Selasa, 25 Desember 2012
Tips Memilih Kaos Kerah Yang Berkualitas
Ketika membeli sebuah kaos polo shirt. “Kualitas“ adalah faktor utama dalam pertimbangan. Dengan sendirinya, pembeli menginginkan kualitas barang bahkan kalau bisa mendapat kualitas yang lebih, hal yang sama adalah pengharapan penjual terhadap pelanggannya.
Menjual kaos polo shirt kualitas rendah, hanya akan memberikan reputasi jelek dan akan merusak keberadaaan bisnis itu sendiri.
Bagaimana pembeli yang tidak memahami beberapa element dapat dengan yakin mengetahui polo shirt berkualitas atas pembeliannya ? Lebih lebih, Pembeli dalam situasi ini menghubungkan perbedaan kualitas antara polo shirt yang bermutu dan tidak. Pada bagian ini ada beberapa tips petunjuk atas Kaos polo shirt yang baik .
Tips membeli Poloshirt / Kaos Polo Shirt yang baik :
1. Benang
Tipe benang adalah penentu utama akan kualitas kain. Semakin panjang fiber yang di gunakan, semakin baik kualitas kain.Penyisiran < combed > membuang fiber-fiber pendek, dan menghasilkan benang untuk di rajut menjadi kain dengan keseragaman dan kesatuan yang lebih kuat.
2. Berat Kain
Berat Kain menunjukkan berapa banyak bahan yang di pakai dalam pembuatan sebuah pakaian dan berapa besar biaya bahan kaos polo shirt.
Biaya sebuah kaos polo shirt dengan berat kain 220 gram/m2 tentunya lebih tinggi dari berat kain 180 gram/m2 tentu dengan perbandingan polo shirt ukuran polo shirt yang sama. Tips Ketiga membeli Polo Shirt / Kaos Polo Shirt yang baik
3. Pencelupan Kain
Cara pencelupan sangat menentukan ketahanan kepudaran warna terhadap sinar matahari dan terhadap pencucian yang berulang-ulang.
Untuk pakaian dengan bahan 100% cotton, pencelupan reactive akan memberi performa yang lebih baik dari pencelupan direct.
Sedang bahan campuran polyester dan katun memperlukan process dua kali pencelupan untuk menampilan warna di kedua bahan campuran.
4. Proses Pabrik
– Plaket Timbul
Bagian terpenting dari sebuah kaos polo shirt adalah Plaket yang ada bagian depan. Pembuatan dengan model Plaket Dobel / Plaket Timbul adalah salah satu tanda polo shirt yang prima, Kerapian jahitan sulit di capai, tetapi memberi banyak manfaat.
Disamping keindahan plaket yang simetris, memberikan kepastian ketahanan bentuk plaket empat persegi panjang yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk terhadap beberapa pemakaian dan puluhan pencucian. Polo shirt yang baik harus di sertai lapisan plaket inter lining yang lembut dan tipis, sebagai dasar pemasangan kancing yang kuat.
– Lapisan Leher,Bahu dan Lengan Polo Shirt
Lapisan kain yang dibagian leher kerah, bahu sebagai pembungkus tidak saja memberi kerapian dan keindahan, tetapi fungsi yang lebih penting adalah menjaga dan menstabilkan sambungan badan depan dan badan belakang, serta menyatu dengan kerah.
Sehingga penampilan seluruh kaos polo shirt akan stabil dan tidak mudah berubah bentuk. Dan di bagian lengan ada jahitan luar yang membuat sambungan antara badan dan tangan yang merupakan paling banyak gerakkan dari pemakaian agar tetap kokoh dan tidak mudah lepas.
Di bagian lengan di tutup dengan tangan manset / ribbed cuffs. Gunanya untuk menghindari lengan dari stretch dan perubahan bentuk. Ini semua adalah komponen yang perlu diperhatikan untuk menjaga sebuah polo shirt tetap stabil dan terlihat segar seperti baru, walau mengalami banyak pemakaian.
– Kerah
Kualitas polo shirt yang baik mempunyai kerah dan manset tangan yang terbuat dari 3 buah/lapis benang. Ketebalan 3 buah/lapis benang ini tentunya lebih baik daripada hanya memakai 2 buah/lapis benang. Ketebalan kerah yang cukup membuat bentuk penampilan keseluruhan polo shirt akan lebih seimbang, lebih stabil dan elegant.
– Bagian bawah / Hem
Dibagian sekeliling bawah dengan jahitan double seperti diterangkan diatas. Bagian Leher, pundak dan lengan semua ada jahitan double untuk menghindari kain kaos yang terkelupas dan jahitan yang terlepas dari pemakaian yang berulang. Ditambah badan belakang lebih panjang, serta belahan kaki di bawah kiri kanan memberi kesan fashion.
Sumber : baju kerah
Kelangkaan BBM Bersubsidi
Jakarta, (Analisa). Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudi Rubiandini, menyebutkan pihaknya bersama BPH Migas dan Pertamina mungkin akan melakukan pencicilan penarikan premium dari pasar untuk mengatasi solusi kelangkaan BBM bersubsidi.
"Ide dari BPH Migas dan Pertamina untuk dicicil sedikit-sedikit, kadang-kadang 2 jam satu hari, 3 jam satu hari ditahan BBM bersubsidinya untuk mencoba masuk menggunakan bbm nonsubsidi, artinya bbm subsidinya dikurangi tetapi yang non subsidinya wajib diadakan di SPBU," kata Rudi seusai melakukan pertemuan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/11).
Kelangkaan premium, lanjut Rudi, disampaikan oleh Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), terkait kemungkinan masih kurangnya kuota BBM bersubsidi yang sebetulnya sudah ditambahkan dari 40 juta kiloliter (KL) menjadi 44,04 juta KL untuk ketersediaan hingga 31 Desember 2012.
"Pertamina pernah melaporkan dengan BPH Migas bahwa kelihatannya tidak akan sampai 31 Desember hanya akan berakhir dikira-kira 22 Desember," kata Rudi.
Menurut Rudi, kelangkaan BBM bersubsidi 8 hari tersebut bukan tidak mungkin akan menimbulkan terjadinya kerusuhan di masyarakat.
"Saudara bisa bayangkan kalau 8 hari tanpa BBM bersubsidi, tanpa premium dan hanya menggunakan pertamax akan terjadi sebuah kerusuhan," ujar Rudi.
Oleh karena itu, lanjut Rudi, pencicilan penarikan BBM bersubsidi dari pasar bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan hingga akhir tahun tersebut.
Cuma Keberadaan BBM Bersubsidi yang Ditahan
"Keberadaan bensin tetap ada cuma keberadaan yang subsidinya saja ditahan dalam waktu beberapa jam setiap hari, sehingga kita semua bisa menikmati sampai 31 Desember," ujar dia.
Selain itu, Rudi juga menyampaikan fluktuasi harga minyak dunia turut menyebabkan tergerogotnya ketersediaan BBM bersubsidi di Indonesia.
"Harga minyak sekarang naik kembali, sehingga sebetulnya ini berat untuk kita yang kemarin turun. Kita tidak bisa menaikkan harga BBM karena harganya turun, sekarang kemudian harganya kembali naik, jadi tabungan kita dalam hal subsidi BBM memang mulai tergerogoti," ujar Rudi.
Selebihnya Rudi berharap akan ada perbaikan harga minyak dunia dalam jangka waktu sebulan terakhir di penghujung 2012.
"Kita prihatin lah, mudah-mudahan sebulan ini ada perbaikan," kata dia.
Wamen ESDM, Rudi Rubiandini, mendatangi KPK pada Senin untuk membicarakan persiapan kerjasama antara dua lembaga tersebut untuk melakukan pembenahan dan pencegahan potensi korupsi di tubuh Kementerian ESDM.
Rudi mengatakan dengan pembenahan yang serius di kementerian beserta jajarannya dan industri migas pada umumnya, dapat meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat terkait langkah dan kebijakan mereka.
"Dengan membersihkan korupsi, tingkat kepercayaan meningkat, sehingga nanti semisal harus ada penyesuaian BBM atau pengambilan keputusan dalam bidang migas, masyarakat sudah percaya," ujar Rudi.
Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih tiga setengah jam tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian ESDM, Pertamina, pengamat dari Universitas Gajah Mada serta perwakilan media, sebagai inisiatif dari Direktorat Pencegahan Korupsi KPK.
Sumber : http://www.analisadaily.com
Kontroversi Kunjungan DPR RI ke Jerman
DPR RI kembali mendapat pikiran negatif dari masyarakat, setelah kunjungan Badan Legislatif (Baleg) DPR-RI ke Jerman yang ditayangkan di Youtube dan ternyata kinerjanya dinilai memalukan nama baik bangsa.
Dari video yang telah diunggah oleh PPI Berlin terlihat sisi negatif dari pertemuan yang disebut studi banding itu jauh dari profesional, gaduh dengan bahasa sendiri di depan mitra dan tuan rumah asing dimana hal itu sangat tidak sopan menurut etiket internasional. Sebagian malah datang terlambat.
Masyarakat juga bisa menyaksikan rombongan DPR RI yang gagah berangkat ke luar negeri untuk studi banding itu tidak terlihat menguasai bahasa asing, sehingga tidak terbentuk dialog dua arah yang mendalam, lancar dan sederajat.
Verband Deutsch-Indonesischer Fachkraefte und Akademiker e.V atau Ikatan Ahli dan Sarjana Indonesia Jerman (IASI) memiliki pandangan sendiri mengenai kunjungan rombongan DPR RI ke Jerman itu. Selengkapnya dalam siaran pers yang disampaikan Ketua Adam Pamma kepada detikcom, Senin (26/11/2012) Waktu Eropa Tengah.
Kunjungan anggota DPR RI ke luar negeri selalu menjadi sasaran kritik masyarakat karena dianggap kurang bermanfaat. Seperti halnya kunjungan ke Jerman untuk penyusunan RUU Keinsinyuran baru-baru ini (17-23/11/2012).
Pilihan DPR ke Jerman sebenarnya sudah tepat mengingat Jerman merupakan salah satu kiblat keinsinyuran di dunia. Hanya saja kunjungan ini kurang dipersiapkan dengan matang.
Seandainya saja para anggota DPR RI ke Jerman bertemu dengan institusi yang tepat, maka para anggota DPR akan memperoleh informasi komprehensif, yang benar-benar dapat digunakan sebagai masukan dalam penyusunan rancangan UU Keinsinyuran Indonesia.
Seharusnya DPR mengunjungi institusi yang terkait langsung dengan UU yang mengatur keinsinyuran. UU Keinsinyuran dan profesi keinsinyuran di Jerman diurus oleh masing-masing negara bagian, namun semua UU tersebut mempunyai dasar sama dalam pengakuan profesi insinyur, yaitu sistem pendidikan tinggi.
Profesi keinsinyuran di Jerman ditangani oleh Kamar Insinyur Negara Bagian (Landesingenieurkammer). Tugas utamanya adalah mewakili kepentingan para insinyur lepas, khususnya yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah dan terlibat dalam penyusunan UU keinsinyuran di negara bagian masing-masing.
Di tingkat nasional terdapat Kamar Insinyur Pusat (Bundesingenieurkammer) untuk mewakili kepentingan kamar insinyur masing-masing negara bagian di pemerintah Federasi dan Uni Eropa. Akreditasi insinyur asing juga dilakukan oleh masing-masing negara bagian.
Walaupun demikian Anggota DPR tetap perlu mengunjungi organisasi yang relevan dengan organisasi keinsinyuran seperti Perhimpunan Insinyur Jerman (VDI) dan Institut Standardisasi Jerman (DIN) agar mendapat informasi lengkap mengenai sistem yang berkaitan dengan keinsinyuran di Jerman.
VDI beranggotakan perorangan dan perusahaan, sedangkan Institut Standardisasi Jerman (DIN) beranggotakan hanya perusahaan. VDI dan DIN merupakan kunci daya saing produk Jerman dengan istilah populer Made in Germany yang terkenal akan kualitasnya.
Organisasi-organisasi ini menetapkan standardisasi dan pedoman untuk hal-hal yang berkaitan dengan kualitas kerja keinsinyuran di Jerman, misalnya standarisasi produk, proses, metode, atau definisi istilah untuk mempermudah dan meningkatkan kualitas kerja para insinyur sehingga kapasitas dan kompetensi mereka meningkat.
Namun patut dicatat bahwa organisasi VDI dan DIN tidak menetapkan standardisasi kualifikasi insinyur dan tidak terkait langsung dengan UU Keinsinyuran
Profesi insinyur di Jerman didefinisikan dengan berlandaskan kuat pada sistem pendidikan tingginya. Dengan kata lain setiap lulusan perguruan tinggi di bidang teknik dengan level Bachelor/master atau diploma berhak dan dilindungi dalam menyandang profesi sebagai insinyur.
Hal ini karena sistem pendidikan tinggi di Jerman telah dirumuskan sedemikian rupa dengan melibatkan dunia industri/profesional, sehingga lulusan perguruan tinggi akan berkualifikasi sesuai dengan permintaan keprofesian, dan tidak diperlukan sertifikasi tambahan.
Tapi ada beberapa pekerjaan tertentu dimana sesorang insinyur harus mendapat otoritas dari pemerintah agar dapat mengerjakan pekerjaan-pekerjaan tertentu tersebut terutama pekerjaan yang menyangkut keselamatan hidup orang banyak.
RUU Keinsinyuran Indonesia perlu menekankan adanya sinergi antara pendidikan tinggi dengan dunia keprofesian/industri di Indonesia. Dengan begitu diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan perguruan tinggi Indonesia, selain juga menjadi basis kuat dalam standardisasi kualifikasi insinyur.
Jika standardisasi tersebut kuat dan mencerminkan suatu sistem yang melibatkan proses pendidikan yang tepat sasaran, UU yang disusun dapat mensyaratkan insinyur asing untuk memenuhi standard tersebut.
UU keinsinyuran Indonesia sebaiknya juga mempertimbangkan semangat kesempatan sama, terutama untuk insinyur-insinyur muda yang belum memiliki banyak pengalaman. Namun untuk pekerjaan yang sifatnya menyangkut keselamatan hidup orang banyak, insinyur-insinyur tersebut tetap perlu diotorisasi kualifikasinya oleh lembaga-lembaga tertentu.
Selain itu UU Keinsinyuran Indonesia diharapkan dapat mendorong peningkatan kesetaraan insinyur Indonesia dengan insinyur asing dalam hal kepercayaan pemberian tanggung jawab dan penghargaan.
IASI dapat membantu melakukan kajian mendalam mengenai keinsinyuran di Jerman, yang dapat menjadi masukan dalam penyusunan RUU Keinsinyuran di Indonesia maupun peningkatan kemampuan insinyur dalam negeri.
IASI merupakan sebuah organisasi resmi berdiri sejak 1976 dan diakui oleh pemerintah Jerman dengan tujuan utama untuk menjembatani hubungan kerjasama Indonesia-Jerman di berbagai bidang terutama alih teknologi, riset, pendidikan dan bisnis.
Saat ini IASI sedang melakukan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan hubungan kerjasama Indonesia Jerman diantaranya memfasilitasi pengiriman profesor Jerman ke beberapa perguruan tinggi di Indonesia, dan pelatihan studi S3 ke Jerman di beberapa tempat di Indonesia.
Di samping itu juga memfasilitasi kerjasama Sekolah Menengah Kejuruan di Sulawesi Selatan dan Berufschule (semacam SMK di Jerman) serta promosi investasi dari Jerman ke Indonesia dan beberapa proyek sosial lainnya yang sifatnya alih teknologi.
Anggota IASI adalah para expatrian Indonesia di Jerman, peneliti dan para ahli serta perusahaan Jerman. Bila DPR RI meminta maka IASI pun siap memberi masukan dalam kegiatan merumuskan RUU Keinsinyuran Indonesia.
Sumber : http://news.detik.com/read/2012/11/27/012109/2102095/10/kunjungan-dpr-ri-ini-pandangan-ikatan-ahli-dan-sarjana-indonesia-jerman
Persaingan antara Samsung dengan Apple

Di jaman yang serba tegnologi ini,khusus nya gadget seperti tablet, iphone, android , bb. gadget masa kini yang mahal dan canggih. Banyak sekali perusahaan gedget yang bersaing dengan berbagaicara dan meniru antara gadget satu dengang gadget yang lain, agar gadget bisa laku dipasaran. Saya akan mengambil salah satu contoh persaingan gadget yaitu persaingan apple dengan samsung.
Samsung yang telah lama menjadi partner dari Apple diduga menjiplak desain milik Apple, sehingga bisa di bilang teman menjadi lawan, itulah yang terjadi pada dua perusahaan besar dunia, Apple dari Amerika dan Samsung, Korea Selatan. Kasus sengketa hak paten pun mencuat hingga bergulir ke pengadilan. Seperti diketahui, dua perusahaan raksasa itu telah lama menjalin kerjasama yang baik, dimana Apple membuat chip A5 otak dari iPhone 4S dan Ipad 2 di pabrik Samsung yang berlokasi di Texas, Amerika serta komponen Samsung yang banyak tertanam dalam produk Apple seperti Ipad, iPhone dan Mac Book Air.
Sidang yang digelar di Pengadilan San Jose, California, Amerika, 25 Agustus lalu dengan anggota 9 dewan juri menilai Samsung melanggar hak paten dari Apple dan terancam denda Rp 9 trilliun atau US$ 1.051 milliar. Hak paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh suatu negara atas inovasi atau ide produk teknologi dalam jangka waktu tertentu. Tidak tanggung-tanggung, Samsung melanggar 6 dari 7 hak paten milik Apple.
Berikut ini hak paten yang dipermasalahkan oleh pihak Apple seperti yang dirilis dalam situs Cnet,
1.Paten No. 381
Antara lain meliputi interface,multi touch, pinch to zoom, cara menggeser dokumen dan page bouncing atau efek yang ditimbulkan ketika halaman discroll sampai bawah. Pelanggaran hak paten nomer ini banyak ditemukan pada produk Samsung Galaxy.
2.Paten No. 915
Berkaitan dengan touch screen, yang membedakan antara single touch dan multi touch scrolling. Produk Samsung, Galaxy, Nexus S 4G, Epic 4G, dan Galaxy Tab masuk dalam daftar yang melanggar.
3. Paten No. 163
Hak paten ini meliputi double tap atau fitur membesarkan guna menaruh foto, web maupun dokumen pada tengah layar. Droid Charge, Seri Samsung Galaxy juga masuk dalam daftar hitam pelanggar hak paten.
4.Paten No. D ’677
Hak paten ini mengatur soal desain muka dari perangkat iPhone yang dilanggar Samsung dalam produknya seperti Epic 4G, Samsung Galaxy, Vibrant, Fascinate dan Infuse 4G.
5.Paten No. D ‘087
Hampir sama dengan hak paten no. D ‘677, D ‘087 menyinggung soal ornamental perangkat secara umum yang dilanggar Samsung seperti dalam produk Galaxy dan Vibrant.
6.Paten No. D’ 305
Hak paten ini menjabarkan UI (User Interface) yang berupa desain berupa icon berbentuk kotak dengan sudut bulat berlatar belakang warna hitam yang tersusun dalam grid. Lagi-lagi, Samsung Galaxy masuk dalam deretan produk yang melanggar.
Berdasarkan pada bukti terbaru yang dihadirkan dalam persidangan, selain pada desain antarmuka (interface), dan hardware seperti yang dijelaskan dalam hak paten, paket penjualan (packaging) Samsung ternyata juga meniru produk Apple, Serupa tapi tak sama. tahap akhir dari perseteruan Apple dan Samsung. Keduanya sama-sama memberikan berbagai bukti dokumen berupa foto proto type, email korespondensi antar kedua perusahaan, dan transkrip deposisi dari para saksi ahli yang didatangkan oleh masing-masing kedua belah pihak. pihak dewan juri memutuskan bahwa Samsung telah melanggar beberapa paten milik Apple. Dewan juri mengambil keputusan setelah menganggap bukti-bukti yang diberikan pihak Apple mendukung keputusan tersebut. Sedangkan bukti-bukti yang dibawa oleh Samsung dinilai tidak cukup kuat dan membuat Dewan juri untuk memutuskan Samsung harus membayar denda atau ganti rugi sebesar $1,51 miliar kepada Apple. Dengan kekalahan Samsung ini maka pengguna smartphone di AS dan beberapa Negara lainnya harus rela menghadapi kenyataan untuk sementara tidak bisa menggunakan tablet dan smartphone dari Samsung dan kemungkinan juga beberapa gadget Android lainnya.
Bagi Indonesia nih khususnya, persaingan Apple vs Samsung, jika Apple menang dan Samsung ditolak. maka produk Samsung di Indonesia akan ditarik dan imbasnya merugikan kalangan menengah ke bawah yang tidak bisa lagi menikmati smartphone yang murah. dimana segmen pasar Samsung memang membidik kalangan menengah ke bawah yang sangat potensial di tanah air.
Sumber : http://teknologi.kompasiana.com
Selasa, 27 November 2012
AFF Suzuki Cup - Indonesia
National team manager Habil Marati announced his
22-player squad on Tuesday, with hopes that the football players will
win the Asean Football Federation Suzuki Cup for Indonesia.
“They are the best that we have right now and we believe they will fight hard to present the best for the country,” Habil said at the Indonesian Football Association (PSSI) office.
The Merah Putih will go to Kuala Lumpur, where it will play in Group B against co-host Malaysia, Singapore and Laos.
The team will play its first match on Sunday against Laos.
There really weren’t any surprises on the final roster, as all of the players have been working with coach Nil Maizar for the past two months at training camp.
Elie Aiboy, 33, will captain the team while 19-year-old defender Arthur Irawan is the youngest on the squad.
Goalkeeper Samsidar, defender Diego Michiels and midfielder Raphael Maitimo are not traveling with the team but for different reasons.
Samsidar quit training camp last month after he signed with the breakaway Indonesian Super League club, Mitra Kukar. The ISL clubs are affiliated with the rival body, the Indonesian Football Savior (KPSI), and have been reluctant to release their players for the national side.
That left Nil with Endra Prasetya and Wahyu Tri Nugroho as his only goalkeepers.
Taking only two goalkeepers to the tournament could be costly for the Merah Putih, especially if one of them is injured but Nil didn’t have a choice.
Habil is still hoping that Samsidar will rejoin the team by Friday.
“I heard that [Samsidar] has yet to sign with Mitra Kukar so there’s still hope,” Habil said. “I’m ready to find him a new club if he wants to come back to the national team.”
Diego is still being detained by the Jakarta Police after allegedly assaulting a university student in a nightclub earlier this month. The 22-year-old Dutch-born player is facing at least two years and eight months in jail if found guilty, police said.
Raphael, a 28-year-old Dutch-born midfielder, has yet to receive his Indonesian passport.
“We are still waiting for immigration to grant him his passport,” Habil said. “He still has the naturalization administrative process to go through. I hope he’ll get his passport on Friday so we can still register him for the AFF Cup.”
If Samsidar and Raphael are able to return on time, Habil said, coach Nil will decide if he wants to strike two players from the current roster. AFF rules allow only 22 players on a team.
“The players registration deadline is on Saturday, so, we’ll see,” Nil said.
Two recently-naturalized players Tonnie Cusell and Jhonny Van Beukering, who had their debuts in a friendly against East Timor on Wednesday, are also on Nil’s list.
Indonesia’s match against Laos will be followed by a contest against Singapore. That will be played on Wednesday.
Indonesia will close out its group competition on Dec. 1 when it plays against arch-rival Malaysia.
Group A, which will play in Bangkok, consists of co-host Thailand, Vietnam, the Philippines and Myanmar.
The top two teams from each group will qualify for a home-and-away semifinal series.
Indonesia’s best finish in the biennial regional tournament was as a runner-up in 2000, 2002, 2004 and 2010.
Despite all of the problems that have been hampering the team’s preparation, Nil hopes the squad can do better.
“We are mentally and physically ready for the tournament,” he said. “Everyone always want to give their best to the country. They are eager to prove themselves.”
However, the coach admitted that there is still lots of room to improve if the Merah Putih wants to advance from the group portion of the tournament.
“The strikers, especially, need to be more ruthless in front of the opponent’s goal,” he said.
Indonesia has scored eight goals in its last eight matches but five of those were against Brunei Darussalam in a 5-0 rout on Sept. 26.
Ref : http://www.thejakartaglobe.com
“They are the best that we have right now and we believe they will fight hard to present the best for the country,” Habil said at the Indonesian Football Association (PSSI) office.
The Merah Putih will go to Kuala Lumpur, where it will play in Group B against co-host Malaysia, Singapore and Laos.
The team will play its first match on Sunday against Laos.
There really weren’t any surprises on the final roster, as all of the players have been working with coach Nil Maizar for the past two months at training camp.
Elie Aiboy, 33, will captain the team while 19-year-old defender Arthur Irawan is the youngest on the squad.
Goalkeeper Samsidar, defender Diego Michiels and midfielder Raphael Maitimo are not traveling with the team but for different reasons.
Samsidar quit training camp last month after he signed with the breakaway Indonesian Super League club, Mitra Kukar. The ISL clubs are affiliated with the rival body, the Indonesian Football Savior (KPSI), and have been reluctant to release their players for the national side.
That left Nil with Endra Prasetya and Wahyu Tri Nugroho as his only goalkeepers.
Taking only two goalkeepers to the tournament could be costly for the Merah Putih, especially if one of them is injured but Nil didn’t have a choice.
Habil is still hoping that Samsidar will rejoin the team by Friday.
“I heard that [Samsidar] has yet to sign with Mitra Kukar so there’s still hope,” Habil said. “I’m ready to find him a new club if he wants to come back to the national team.”
Diego is still being detained by the Jakarta Police after allegedly assaulting a university student in a nightclub earlier this month. The 22-year-old Dutch-born player is facing at least two years and eight months in jail if found guilty, police said.
Raphael, a 28-year-old Dutch-born midfielder, has yet to receive his Indonesian passport.
“We are still waiting for immigration to grant him his passport,” Habil said. “He still has the naturalization administrative process to go through. I hope he’ll get his passport on Friday so we can still register him for the AFF Cup.”
If Samsidar and Raphael are able to return on time, Habil said, coach Nil will decide if he wants to strike two players from the current roster. AFF rules allow only 22 players on a team.
“The players registration deadline is on Saturday, so, we’ll see,” Nil said.
Two recently-naturalized players Tonnie Cusell and Jhonny Van Beukering, who had their debuts in a friendly against East Timor on Wednesday, are also on Nil’s list.
Indonesia’s match against Laos will be followed by a contest against Singapore. That will be played on Wednesday.
Indonesia will close out its group competition on Dec. 1 when it plays against arch-rival Malaysia.
Group A, which will play in Bangkok, consists of co-host Thailand, Vietnam, the Philippines and Myanmar.
The top two teams from each group will qualify for a home-and-away semifinal series.
Indonesia’s best finish in the biennial regional tournament was as a runner-up in 2000, 2002, 2004 and 2010.
Despite all of the problems that have been hampering the team’s preparation, Nil hopes the squad can do better.
“We are mentally and physically ready for the tournament,” he said. “Everyone always want to give their best to the country. They are eager to prove themselves.”
However, the coach admitted that there is still lots of room to improve if the Merah Putih wants to advance from the group portion of the tournament.
“The strikers, especially, need to be more ruthless in front of the opponent’s goal,” he said.
Indonesia has scored eight goals in its last eight matches but five of those were against Brunei Darussalam in a 5-0 rout on Sept. 26.
Ref : http://www.thejakartaglobe.com
Langganan:
Postingan (Atom)