Senin, 26 November 2012

Windows 8 Resmi Launching di Indonesia

Windows 8 Resmi Launching, Sudah Bisa Dibeli di Indonesia - Rumor tentang Microsoft siap saingi Iphone 5 ternyata bukan hanya omong kosong.
Melalui produk barunya yaitu Windows 8 yang konon kabarnya akan resmi diluncurkan bulan Oktober 2012 ini akhirnya terbukti juga.
Salah satu kesungguhannya adalah sehari setelah peluncuran global pada 26 Oktober 2012, Microsoft telah menyatakan kesiapannya untuk menghadirkan Windows 8 di Indonesia.

"Sudah ada 500 retail melalui ribuan tokonya yang sudah memasarkan sistem operasi ini," kata Andreas Diantoro, President Director Microsoft Indonesia, saat berbincang dengan KompasTekno, Sabtu (27/10/2012).

Windows 8 Pro dalam bentuk DVD sudah hadir di seluruh Indonesia dan dapat dibeli dengan harga 69,99 dollar AS (sekitar Rp 650.000). Harga ini untuk yang akan melakukan upgrade dari Windows lama (Windows XP, Vista, dan Windows 7).

Untuk upgrade dengan cara online, konsumen yang saat ini menjalankan PC dengan Windows XP, Windows Vista, atau Windows 7, berhak untuk mengunduh Windows 8 Pro dengan harga 39,99 dollar AS. Penawaran ini berlaku sampai dengan akhir Januari 2013,

Sedangkan, konsumen pengguna yang perangkat dengan Windows 7-nya dibeli antara 2 Juni 2012 dan 31 Januari 2013 bisa mengunduh Windows 8 Pro dengan harga 14,99 dollar AS melalui www.windowsupgradeoffer.com.

Untuk merayakan kehadiran sistem operasi terbaru ini, Microsoft Indonesia menggelar "Device Day" di Mal Taman Anggrek, Jakarta, dari tanggal 26 hingga 28 Oktober 2012.

Ada sekitar 50 komputer, laptop, dan perangkat tablet berbasis Windows 8 yang dipamerkan di acara ini, diantaranya produk dari Acer, ASUS, Dell, Fujitsu, HP, Lenovo, LG, Samsung, Sony, dan Toshiba.
"Windows 8 ini bisa dijalankan di smartphone, tablet, dan notebook dengan sistem operasi yang sama," lanjut Andreas.

Andreas juga banyak menjelaskan kelebihan perangkat tablet berbasis Windows 8, jika dibandingkan dengan tablet lain.
"(Tablet) yang lain hanya bisa untuk entertainment, sedangkan tablet Windows 8 bisa untuk bekerja yang serius dan terproteksi," jelas Andreas.
"Windows 8 merupakan sistem operasi buat kerja dan bermain," tambahnya.

Begilah keseriusan Microsoft mengembangkan Operasi Sistemnya yang tidak mau kalah dengan operasi sistem lainnya baik dalam perangkat Smartphone, Tablet maupun Laptop dan PC.

Sumber  : kompas.com

Kamis, 25 Oktober 2012

KPK



Sejak KPK lahir, citra KPK di mata publik sangat baik. Publik menjadi memiliki harapan, bahwa KPK merupakan lembaga yang sangat kuat yang dapat membantu Indonesia dalam memberantas korupsi. Kinerja yang demikian merupakan sesuatu yang sangat membanggakan di tengah maraknya budaya korupsi di Indonesia.
Kinerja KPK juga terbukti sangat bagus. Dalam kurun waktu tahun 2011 saja, KPK sudah menyelamatkan aset/kekayaan negara hingga Rp 159,9 triliun dan  mengembalikan kerugian negara dari penanganan tindak pidana korupsi mencapai Rp 134,7 miliar pada tahun 2011, dan sejak tahun 2008-2011 terhitung mencapai angka Rp 975 miliar.
Beberapa pihak sepertinya tak menyukai kinerja bagus yang diperlihatkan oleh KPK, dan karena itu berusaha menghambat dengan berbagai cara. Cara-cara yang bersifat menghambat itu misalnya dalam bentuk melakukan kriminalisasi terhadap KPK, penarikan penyidik KPK oleh pihak Mabes Polri dengan alasan yang tidak rasional, penolakan oleh DPR-RI untuk menyetujui anggaran pembangunan gedung KPK, dan juga melalui usulan revisi UU KPK.
Seperti sudah diketahui oleh publik, revisi itu antara lain akan mencabut kewenangan KPK untuk melakukan penyadapan, penyidikian dan penuntutan yang diberikan oleh KPK sebelumnya oleh UU No. 30 Tahun 2002. Kami percaya bahwa jika seluruh kewenangan itu dicabut, maka KPK akan menjadi institusi yang lemah dan tidak berguna.
Tindakan Polda Bengkulu yang ingin menangkap Kompol Novel Baswedan (penyidik KPK yang memeriksa Irjen Polisi Djoko Susilo dalam kasus karupsi Simulator SIM yang melibatkan juga beberapa perwira tinggi lainnya dari kepolisian) pada Jumat 5 Oktober lalu, menjadi bukti kuat bahwa Polri sendiri berada dalam barisan yang ingin memperlemah kinerja KPK. Menurut kami, insiden itu adalah sebuah blunder yang besar, dan telah menimbulkan ketidakpercayaan publik kepada Polri dalam kerja pemberantasan korupsi di Indonesia.

Sumber            : theglobejournal.com


iPhone 5 vs Samsung S3



Galaxy S3 disebut-sebut sebagai kompetitor iPhone 5 yang paling kuat. Seperti halnya ponsel-ponsel Android, Galaxy S3 ini memiliki layar 5 inci. Layar S3 menggunakan teknologi yang disebut AMOLED sehingga mampu menampilkan warna yang hidup dan warna hitam lebih dalam. Sebaliknya, iPhone 5 punya layar LCD yang bisa menampilkan warna putih jauh lebih baik.

Berikut ini adalah perbandingan kedua ponsel pintar tersebut:

iPhone 5                

Harga           :  $699/$799/$899          
OS                 : iOS 6              
Prosesor      :  Apple A6          
Display         : LCD 4 inchi          
Resolusi        : 1136x640          
Dimensi        : 4,8" x 2,3" x 0.29"      
Berat             : 3,95 oz              
Seluler          : LTE, HSPA+, EV-DO Rev.A      
Kecepatan maks :  100 megabits          
Wi-Fi             :  802,11 b/g/n/a (dual-band)  
Kamera         : rear-facing 8 megapixel      
                       front-facing 0,9 megapixel  
Kapasitas video :   1080p recording          
Internal        : 16/32/64 GB          
SD Card        : Tidak ada          
Batere          : 8 jam (3G bicara/data)      
Konstruksi     : aluminium unibody        

Samsung Galaxy S III        

Harga            : Sekitar $699
OS                  : Android 4.0.1 Touchwiz UX/UI
Prosesor       : Exynos 4412 (Quad core)
Display          : 4,8 inchi super AMOLED
Resolusi        : 1280x720
Dimensi        : 5,38" x 2,78" x 0,34"
Berat             : 4,69oz
Seluler           :  LTE, GSM, HSPDA+
Kecepatan maks  :  21,1 megabits
Wi-Fi              : 802,11 b/g/n/a
Kamera          : rear-facing 8 megapixel
                         front-facing 1,9 megapixel
Kapasitas video : 1080p recording
Internal          : 32 GB
SD Card          :  Ada (bisa mencapai 64 GB)
Batere            : 11 jam (3G bicara/data)
Konstruksi      : plastic shell body

Sumber                                : www.tempo.co

Outsourcing

Outsourcing mengacu pada sebuah perusahaan yang kontrak dengan perusahaan lain untuk menyediakan layanan yang mungkin dilakukan oleh karyawan di-rumah. Banyak perusahaan besar sekarang outsourcing pekerjaan seperti layanan call center, layanan e-mail, dan penggajian. Pekerjaan ini ditangani oleh perusahaan terpisah yang mengkhususkan diri pada setiap layanan, dan seringkali berada di luar negeri.

MENGAPA  PERLU OUTSOURCING?

Ada banyak alasan bahwa perusahaan-perusahaan meng-outsource berbagai macam pekerjaan, tetapi tampaknya keuntungan yang paling menonjol penghematan uang. Banyak perusahaan yang menggunakan jasa outsourcing dapat melakukan pekerjaan dengan uang yang lebih sedikit, karena mereka tidak harus memberikan manfaat untuk pekerja mereka dan tidak khawatir dengan biaya overhead yang lebih sedikit.
Outsourcing juga memungkinkan perusahaan untuk berfokus pada isu-isu bisnis lainnya sementara yang detail ditngani oleh para ahli dari luar. Ini berarti bahwa sejumlah besar sumber daya dan perhatian, yang mungkin jatuh di atas bahu profesional di bidang manajemen, dapat digunakan untuk yang lebih penting, masalah yang lebih luas dalam perusahaan. Perusahaan khusus yang menangani pekerjaan outsourcing sering efisien, dan seringkali memiliki kemampuan kelas dunia dan akses terhadap teknologi baru bahwa perusahaan tidak mampu membeli sendiri. Plus, jika sebuah perusahaan ingin memperluas, outsourcing adalah cara yang efektif untuk memulai pondasi bangunan di negara lain.

Organisasi yang outsourcing yang mencari untuk mewujudkan manfaat atau alamat isu-isu berikut:

* Penghematan biaya * - Penurunan biaya keseluruhan pelayanan untuk bisnis. Hal ini akan mengurangi ruang lingkup, mendefinisikan tingkat kualitas, harga kembali, re-negosiasi, dan biaya re-strukturisasi. Akses untuk menurunkan ekonomi biaya melalui offshoring disebut "tenaga kerja arbitrase" yang dihasilkan oleh kesenjangan upah antara negara-negara industri dan negara-negara berkembang.

*Fokus pada Core Bisnis - Sumber (untuk investasi misalnya, orang, infrastruktur) dapat difokuskan pada pengembangan bisnis inti. Sebagai contohnya sering organisasi meng-outsource IT Support mereka ke Perusahaan yang memiliki spesialisi di bidang IT Service.

* Restrukturisasi Biaya - leverage Operasi adalah sebuah pengukuran dengan membandingkan biaya tetap terhadap biaya yang berubah-ubah. Outsourcing mengubah keseimbangan rasio ini dengan menawarkan sebuah perpindahan dari biaya tetap ke biaya yang berubah-ubah dan membuat biaya yang berubah-ubah lebih mudah diprediksi.

* Meningkatkan kualitas - Mencapai sebuah perubahan tinggi dalam kualitas melalui kontrak layanan dengan kesepakatan tingkat layanan yang baru

Sumber     : www.agathis.co.id